Selasa, 17 September 2024

Analisis "Segala yang Diisap Langit"

 
"Segala yang Diisap Langit"

Pengarang: Pinto Anugrah
Tahun penerbit: 2021
Tebal buku: 144 Halaman



A. PENDAHULUAN

Assalamualaikum Wr. Wb.

        Perkenalkan nama saya Dilva Edria Garneta dari kelas XII MIA 1, Saya ingin mempresentasikan ulasan saya mengenai nilai sejarah yang terkandung di dalam buku novel “Segala yang diisap langit” karangan Pinto Anugerah. Alasan saya memilih novel ini karena saya menemukan novel ini tidak sengaja, tapi setelah saya baca isinya lumayan menarik bagi pemikiran saya, dan menurut saya novel ini seharusnya juga menarik dikalangan teman teman saya, jadi saya ingin mempresentasikan novel ini. Novel ini menyajikan perjuangan dari Rakyat Sumatera Barat khususnya daerah Padang dalam Perang Padri.

B. SINOPSIS

        Novel ini menceritakan tentang Bungo Rabiah, seorang wanita yang ingin mematahkan mitos bahwa garis keturunan keluarga bangsawan Minangkabau akan putus pada generasi ketujuh. Rabiah berusaha keras untuk mendapatkan anak perempuan sebagai penerus nama keluarga, termasuk menjadi istri kelima seorang laki yang terkenal mampu memberikan anak perempuan.
        Namun, penghalang utamanya adalah Magek Takangkang, kakak kesayangannya. Setelah bergabung dengan Kaum Padri dari utara, Magek mengacungkan pedangnya ke arah Rabiah, siap menghancurkan semua yang dimilikinya harta, adat, keluarga, dan masa lalu. Magek yang dulunya adalah saudara dekat dengan Rubiah sekarang menjadi musuh.
        Novel ini juga menggambarkan perubahan zaman Minangkabau dari kejayaan bangsawan yang hidup dengan balutan emas hingga menuju zaman kekuasaan gerakan Padri di Sumatera Barat. Cerita ini juga melibatkan adat istiadat Minangkabau dan konflik antara tradisi dengan perubahan zaman.
        Dengan gaya bahasa yang lama, novel ini menampilkan tragedi keluarga bangsawan Minangkabau yang mengalami kekerasan dan pergolakan dalam masyarakat. Meskipun judulnya menarik, novel ini sebenarnya adalah kisah tentang cinta, kekecewaan, dan perubahan zaman yang berdampak pada keluarga dan masyarakat.

C. SEJARAH
    
    "Begitu juga dengan Jalan Jawi ke utara menuju Air Bangis ataupun lebih ke utara, ke Barus, sudah terlebih dahulu terputus dari para Rangkayo di Luak Tanah Darat, karena Padri telah mencekam di sana" (halaman 47)

    Perubahan zaman ini menunjukan transisi dari kejayaan bangsawan Minangkabau yang hidup dengan balutan emas menuju kekuasaan gerakan Kaum Padri. Gerakan Padri adalah sebuah gerakan agama Islam yang perncoba untuk mengubah masyarakat adat Minangkabau dengan cara yang lebih keras dan ekstrem, terutama dengan menghilangkan kebiasaan dan moral yang dianggap rusak seperti maksiat, perjudian, mabuk candu, dan kebejatan lainnya.

    "Tidak ada! Ini baru, kita memasuki zaman baru, Rangkayo! Lihatlah kursi goyang ini, ia bergoyang mengikuti perkembangan zaman" (halaman 11)

    Adat istiadat Minangkabau mencakup berbagai tradisi dan upacara yang melekat pada keluarga bangsawan. Contohnya adalah upacara Batagak Pangulu, yang merupakan pengangkatan pimpinan suku dengan cara yang sakral dan melibatkan perayaan selama beberapa hari.

    "Perang Padri melawan Belanda dan kaum adat di Minangkabau pada 1803–1838 dijadikan oleh Pinto sebagai latar novelnya itu."

    Perang Padri adalah konflik yang terjadi antara gerakan Kaum Padri dan pemerintah Belanda serta masyarakat adat Minangkabau. Perang ini berlangsung dari tahun 1803-1838 dan melibatkan banyak korban jiwa dan perubahan sosial di Minangkabau.

    "Usia kepala tiganya hampir habis, tapi ia belum juga beranak perempuan. Belum juga meninggalkan pewaris untuk Rumah Gadang Rangkayo ini. Seorang anak perempuan sebagai pelanjut lambang kebesaran dari Rumah Gadang Rangkayo ini." (halaman 23)

    Sistem keluarga matrilineal Minangkabau adalah tradisi yang unik di mana garis keturunan dan warisan diwariskan melalui garis perempuan. Hal ini tercermin dalam keinginan Bungo Rabiah untuk mematahkan mitos bahwa garis keturunan keluarga bangsawan Minangkabau akan putus pada generasi ketujuh dengan memiliki anak perempuan.







Kritik dan Esai tentang Film 5 cm

  Kritik dan Esai tentang Film 5 cm   Film 5 cm adalah sebuah karya dari novel best-seller karya Donny Dhirgantoro . Mengisahkan tent...